9 Cara Menghadapi Anak Remaja Yang Keras Kepala Dan Pemarah

Written by Spike on December 14, 2020 in Cara orang tua dan anak berkomunikasi dengan baik with no comments.

Jika itu memang sesuatu yang penting, seperti mengerjakan PR atau menyikat gigi sebelum tidur, maka kita bisa mengingatkannya. Misalnya, jika ingin meminta anak melakukan sesuatu yang penting, jangan di waktu anak main dengan gawainya atau menonton acara favoritnya. Selain itu, kita bisa mengulang instruksi sehingga anak mengingatnya. Dari situ ia akan belajar bahwa omongan Moms selalu benar dan untuk kebaikan dirinya sendiri. Untuk menghindari konflik saat memberi perintah pada anak-anak, Anda bisa memberi penawaran yang tidak mungkin mereka tolak.

Menurut dia yang pernah merawat ibundanya, di antara indera lainnya, indera peraba menjadi yang paling berperan memberikan rasa aman dan nyaman khususnya bagi manula. Solopos.com, SOLO–Ada sejumlah faktor yang bisa membuat para manusia lanjut usia hidup bahagia dan sejahtera. Ya, penting sekali menjaga para warga senior ini untuk tetap bersemangat menjalani hidup mereka. Saat mengalami masalah dan terpuruk, setiap orang pasti membutuhkan pegangan hidup untuk membuat hidupnya lebih bersemangat, seperti membaca kata-kata mutiara bijak penyemangat hidup. Selain itu, kata dia pengawasan pergerakan orang di sana juga diperlukan.

Hal ini akan membuat anak merasa lebih baik dan membantu anak menyadari bahwa orang tuanya juga memperhatikan hal-hal positif yang dilakukan anak. Respons orang tua ketika anak membantah sangat berpengaruh terhadap hubungan anak dengan orang tua nantinya. Terlalu toleran dan memanjakan anak dapat menyebabkan perilaku yang lebih mengkhawatirkan. Menjadi terlalu ketat pada anak juga dapat menyebabkan komunikasi orang tua dengan anak terputus, sebab anak dapat merasa bahwa ia tidak dapat mengekspresikan dirinya. Informasi dalam bentuk apapun akan mudah diserap, tanpa melihat baik atau buruk.

Mengasuh anak memang bukan pekerjaan mudah dan berlangsung secara terus menerus. Anak yang baik dan berkualitas tinggi tentu berasal dari pola asuh yang baik juga. Pentingnya peranan orang tua dalam hal ini menuntut orang tua yang memiliki cukup pengetahuan dalam mengasuh anak. Efek traumatik fisik dan psikis saat kecil dapat memengaruhi perkembangan karakter anak di masa depan. Anak dapat tumbuh menjadi sosok yang temperamental atau justru tidak percaya diri. Karena itu, selalu hindari pola asuh anak yang keras dan bisa menimbulkan traumatik pada anak.

Namun beri dia waktu untuk menyelesaikan apa yang ada di dalam pikirannya. Saat berbincang dengan anak, pastikan mereka mengerti intonasi, nada bicara, dan jalan pikiran yang Anda utarakan dalam bentuk percakapan. Selain itu, gunakan pula pesan atau nasihat sederhana yang meskipun sedikit demi sedikit tapi bisa dimengerti anak. Ketimbang satu nasihat yang panjang dan rumit akan membuat anak makin ‘malas’ mendengarkan Anda. Itu berarti cinta Anda untuk anak tidak bergantung seberapa baiknya ia menuruti perintah Anda. Kebanyakan anak tak akan mendengarkan instruksi yang diberikan secara membentak.

Berteriak tidak akan membuat anak patuh dan menuruti perintah Anda. Justru sebaliknya, berteriak membuat hati anak semakin keras dan ia semakin enggan untuk patuh. Anak akan bingung dan pada akhirnya tak mau mendengarkan bila orangtua bicara dengan nada tinggi dan kalimat-kalimat negatif. Pilihan kata yang kurang tepat dari orangtua bisa membuat anak tidak mau mendengar.

Cara agar anak mau mendengarkan kata orang tua

Ketahui cara mendidik anak yang tepat sehingga menjadi orang-orang dewasa yang baik dan bahagia. Saat orang tua memberikan nasehat pada anak, seringkali orang tua perlu mengulangi permintaannya beberapa kali. Namun mereka seperti tidak memperhatikan dan terlalu asyik dengan kegiatannya sendiri.

Sesekali mengeluarkan suara tinggi untuk menegaskan maksud Anda memang bikin anak jadi lebih fokus dalam mendengarkan. Daripada langsung mengatakan “jangan”, lebih baik tanyakan dulu alasan kenapa si kecil melakukan hal-hal yang tidak Anda sukai. Dari situ, Anda jadi tahu sudut pandangnya dan bisa memberikan nasihat yang lebih masuk akal.

Proses belajar Bahasa Inggris untuk anak itu seperti proses belajar bicara bayi. Kemudian, ajak anak untuk meniru mengucapakan sebuah kata dan kalimat. Jika Anda setuju dengan hal tersebut, Anda sebagai orang tua bisa berperan penting dalam proses belajar bahasa Inggris untuk anak. Meskipun Anda tidak begitu mahir, Anda bisa mengajar Bahasa Inggris. Ini sekaligus sebagai cara bagi Anda untuk belajar berbicara bahasa Inggris.

Selain itu, rasa hormat ini tetap harus ada meskipun dahulu orang tua tidak selalu bisa memenuhi kebutuhan anak. Dan seorang anak juga harus memahami keterbatasan dan kemampuan orang tua, sehingga tidak menuntut sesuatu yang dapat menyusahkan orang tuanya. Sekeras apa pun sifat anak remaja, pasti punya sisi lembut yang dapat ditaklukan. Dengan menerapkan didikan yang benar, maka akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang baik. Sikap baik yang dimilikinya pun, bisa membantunya saat ia dewasa nanti, terlebih ketika ia sudah memiliki banyak teman di sekolah, kampus, hingga lingkungan pekerjaan. Anak hiperaktif bukan merupakan hal yang buruk apabila orang tua mampu mendidiknya dengan benar.

Comments are closed.